“Kalau saja… kalau saja aku bisa
mencegahnya. Kalau saja aku menemaninya.” Anak laki-laki itu tertunduk. Dari
sudut matanya mengalir deras bulir-bulir air mata.
“Apa yang sedang coba saya
sampaikan kepadamu adalah bahwa kita manusia. Dan manusia terbatas dalam
melakukan apa yang kita bisa. Aku pikir arogan jika kamu menganggap bahwa semua
yang terjadi adalah semuanya salahmu.”
“Jika kau tetap berpikir buruk, dia akan
memakanmu hidup-hidup. Menyesal berlarut-larut tak ada gunanya, lebih baik kita
perbaiki bersama.”
Dialog ini berdasarkan cuplikan dari anime, meskipun
itu fiksi, terasa menjawab banyak hal di dunia nyata.

No comments:
Post a Comment