Perkenalan (Terlebih Dahulu)


Rasa-rasanya bisa saja kami dikira tidak sopan jika nantinya menulis (ngomong) ngalor-ngidul, tanpa adanya perkenalan terlebih dahulu. Seperti seseorang keluarga yang baru datang dari tempat yang jauh dan membuat rumah baru, maka sebelum memikirkan perabotan dan apa yang akan menjadi isi di rumah tersebut, ada baiknya ia keluar, berkeliling, memperkenalkan diri kepada para tetangga.

Maka itu pula yang sedang kami lakukan, mencoba memperkenalkan rumah kami yang sederhana ini.

Anak Senja. Begitulah kami menamainya, entah ada wangsit apa dulu sebelum nama ini muncul sebagai suatu rumah, seseorang mengusulkan nama tersebut, dan tak ada satupun dari kami berniat menolaknya.

Anak Senja. Meskipun rumah kami bernama Anak Senja, Dia tidak akan melulu bercerita tentang cahaya jingga di ufuk barat, di sini juga tidak pasti apakah akan ada suatu tulisan tentang matahari yang tersenyum di antara dua gunung runcing seperti background rumah yang kami pakai, Apalagi kalau kau mengira tulisan-tulisan yang ada akan bertemakan anak-anak, kami tidak mengiyakan dan pula akan menampiknya.

Anak Senja. Rumah lain mungkin bisa kau temukan ada isi baru di dalamnya dalam waktu tertentu. Kami hanya akan mengisinya ketika ingin mengisinya, dan tidak akan menambahkan apa-apa ketika kita tidak sedang ingin menambahkan apa-apa. Kau tidak akan selalu menemukan tulisan baru tiap minggunya, tiap purnama nampak di langit gelap malam, ataupun tiap malam jumat kliwon. Bisa jadi ada suatu hari seolah tulisan lahir bagaikan jatuhnya tetesan hujan, bisa jadi seolah rumah kami akan tampak ditumbuhi sarang laba karena tidak pernah dimasuki dan disentuh lagi oleh penghuninya.

Anak Senja. Tak ada bentuk khusus apa yang kami tempelkan di dindingnya. Fiksi? Puisi? Cara memasak tahu isi? Atau bahkan skripsi dengan rasa kripsi bisa jadi muncul begitu saja.

Kau tahu apa sebenarnya maksud dari perkenalan panjang kali lebar ini? Hanya satu kata, aturan. Kami ingin memperkenalkan satu-satunya aturan di rumah ini.

Satu-satunya aturan bahwa di sini tidak ada aturan.

Tidak ada aturan tentang bentuk, rupa dan waktu.
Karena kita, penghuni rumah ini ingin mempercayai satu hal.

Kita akan menulis ketika kita ingin menulis, dan akan tidur ketika ingin tidur.

jalan-jalan pertama kami bersama senja


No comments:

Post a Comment