jika menjadi jomblo berarti menjadi seperti Maryam binti Imran yang menjaga kesucian dirinya hingga Allah tanpa ragu mengujinya dengan ujian yang berat, namun setelah ujian yang berat itu datang kepadanya, cintanya pada Sang Khaliq rak luntur walau setitik tinta,
jika menjadi jomblo berarti menjadi seperti Sayyid Quthb yang senantiasa takut hatinya menduakan cintanya pada Sang Maha Kasih,
jika menjadi jomblo berarti menjadi seperti Rabi'ah Al-adawiyah yang hatinya tak mampu memilih selain Allah SWT ….
maka, mengapa resah ketika kita masih jomblo?
mengapa gelisah jika, saat jomblo pun kita masih memiliki cinta Sang Pemilik Cinta ….
mengapa risau hingga mencari cinta dalam jalan yang menyimpang, jika kita tahu bahwa Sang Pemilik Hati tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya yang mencintaiNya …
Mengapa galau? ….
karena sesungguhnya cinta Allah ada untuk setiap hambaNya, hanya saja, sebagai hambaNya, kita pernah tidak, barang sedetik saja, memikirkan bahwa di sana, di setiap hela nafas kita, di setiap tetes darah kita, di setiap waktu yang kita lalui, di sanalah ada cintanya Allah untuk hambaNya …
Fatiyatul Islam.
15 Desember 2014
![]() |
| Photo by Sydney Sims on Unsplash |

No comments:
Post a Comment