Namaku Jono, Teman-teman memanggilku Jon. Aku
sekarang duduk di kelas 6 dan baik para guru dan teman-temanku menyebutku orang
paling pandai di sekolah. Sudah tampak jelas alasannya tanpa harus kusebutkan
bukan? Karena aku selalu mendapat rangking satu.
Selalu.
Selain dikenal sebagai siswa paling pandai di
sekolah. Teman-temanku juga menyebutku sebagai pemain basket SD terhebat. Aku
jadi malu.
Aku jadi malu, karena aku tidak sehebat apa yang
mereka pikirkan. Aku tidak sehebat itu.
Aku mau bercerita padamu, boleh? Aku hendak
bercerita tentang rahasiaku. Barangkali kau tertarik.
***
Namaku Jon. Kebetulan aku suka basket. Orang tuaku
membelikan ring yang dipaku di tembok dan sebuah bola basket ketika aku masih
duduk di kelas satu. Maka semenjak saat itu aku sering iseng main-main
melemparkan bola itu agar masuk ke keranjang. Kalau mau berangkat sekolah dan
melihat bola basket tergeletak di halaman rumahku. Aku pasti
melemparkannya. Aku tidak peduli itu masuk atau tidak. Yang penting aku terus
melempar bolanya ke keranjang. Dan itu kulakukan setiap kulihat bola di halaman
rumahku.
Kebetulan ketika kelas tiga, Guru olahraga kami
senang sekali dengan mencari siapa paling hebat di antara kami. Misalnya saja
jika pelajaran olahraganya berupa lari, maka kami akan diajak lomba lari antara
aku dan kawan-kawanku. Di sekolahku juga ada sebuah lapangan basket dan
saat itu jam pelajaran olahraganya juga tentang basket. Dan kau pasti tahu apa
yang dilakukan guru olahragaku kan? Beliau melatih kami sebentar untuk
menembakkan bola ke jaring dan kemudian melombakannya sebagai ujian.
Tidak ada satupun temanku yang berhasil memasukkan
bola ke dalam jaring kecuali diriku (kau ingat kalau keseharianku adalah
melempar bola ke keranjang saat melewati halaman rumah kan?). Saat itu guru
olahragaku tertarik padaku.
“Wah kau berbakat sekali Jon.”
Padahal saat itu yang aku bisa hanya melemparkan
bola ke jaring. Aku belum tahu soal dribble, mengoper ataupun teknik-teknik
lain dalam bola basket. Kalau aku bandingkan dengan teman-temanku keunggulanku
hanya sedikit di antara teman-temanku. Hanya bisa melempar bola dan kebetulan
masuk saat diujikan. Itu saja.
Tetapi sejak hari itu, guru olahragaku meminta
untuk latihan bersama tiap sore di lapangan sekolah sedangkan teman-temanku
tidak diajak seperti itu. Hampir tiap sore, kecuali di hari sabtu-minggu. Aku
diberi latihan-latihan khusus, teman-temanku tidak. Aku diajarkan mendribble
dan mengoper bola sedangkan kawanku tidak.
Jadinya kemampuanku yang dulu hanya bisa lebih
melempar bola menjadi jauh lebih tinggi dibanding teman-temanku yang lain.
Perbedaan kemampuanku dan temanku menjadi semakin membesar.
Padahal kupikir, jika teman-temanku juga ikutan
latihan khusus dari guru olahragaku, pasti mereka sama hebatnya sama diriku.
Bahkan bisa jadi lebih baik daripada aku.
Sekarang kau tahu kan? Aku bukannya berbakat. Aku
hanya beruntung saat ujian melempar bola, bolaku masuk. Dari situ aku mendapat
latihan yang tidak didapatkan orang lain. Maka sudah wajar kalau
kemampuanku di atas teman-temanku yang tidak mendapat latihan sepertiku.
Untuk aku yang selalu rangking satu. Kau pasti bisa
mengira apa yang terjadi. Karena kebetulan nilaiku bagus, aku rangking satu.
Karena aku rangking satu, aku jadi mendapat perlakuan yang agak berbeda dari
guru-guruku. Kadang kalau aku tidak paham akan suatu pelajaran guruku akan
lebih sabar kepadaku. Dan itulah kenapa aku selalu rangking satu.
***
My name is Jono, my friends call me Jon. Now I
am sixth grade elementary school. Both my teachers and my friend call me the
most clever student in my school. You khow why? Because i am always have the
first rank.
Always.
Beside the most clever student in my school,
they also know me as the best basket ball player. Ah, to have something like
that, I fell little ashamed.
I am be embarased because I am not that good
like they think who I am.
I want to tell you about story? Want it? I
will tell you about my secret. Perhaps you interest on it.
***
My name is Jon and I like basketball. My
parents make a ring in our wall garden and buy a ball of basket for me since I
was in first grade elementary school. So, since then, when I am passed our
garden, I like to try to throw my ball into the ring. Do you know how often I
do it? When go to the school, come back from school, when I want to play with
my friends, back from it and so on. I don’t mind if my ball will make a goal to
ring or not. That's not important. I just do it. I always do it when I saw my ball in our garden.
And one day, when i am in third grade, we have sport teacher who like a competition. So everything his subject, He want to know who is the best from us.When the subject are running, he will make us to compete each other in run fifty meters. And also when the subject are basket. They want to know who is the best from us in basket. So, he test us one by one to shot a ball to the ring. Everyone in my class has try it and no one can make a goal except me.
Yes, except me. But, honestly, i'm just lucky. That's my think. But not my sport teacher think. He think that I am talented in basket ball.
So, my teacher give me special training who another my friend don't get it. I have to train two time every week, three times, more and more until I have to train every day. Because of that, my ability has improved and they agreed with my teacher that I am talented player because I am winning several competition in province and national.
Do you find a strange thing in my story? You can't find it?
The first, luckily my parents bought ring and ball to me.
Luckily I am just throw it my ball every I saw it in my garden.
Luckily my teacher test to us in shot. I don't know about dribble, passing and other. What I know just, shooting. So, the my ability compare to my friend just a little different. Very tiny.
My teacher give me special training. But not to my friends. So the tiny gap between my friends and me make longer and longer.
And finally they call me talented.
I am just lucky, and the one who make talented are they. All of them. Because all of them treat me special.
I think, if all my friend have a chance to be trained like me, we will get many talented player.
That's enough from my story about basketball. And have you conclusion about I am always become number one in academic? Yes, luckily, my score bit better from my friend, so i am become number one. Because of that, they (my teacher and my friend) treat me special. So I am became number one again, again and again.